Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sunday, August 28, 2011

seribu sunyi seribu bulan

kepak sayap malam
sayup sayup doa lirih
menjaga gerak hati

desir angin tak pernah bisu
membawa rintik hujan
tunas tunas baru

ku diami seribu sunyi
haluskan hati yang terlarang
yang lembut berdesir
di penjuru mata angin

malam enggan dihabisi
dingin dan sunyi masih memiliki tanya
tentang pertemuan dan kehilangan seribu bulan

perpisahan harus terjadi
di antara pengorbanan dan keinginan
di bawah sayap sayap doa

:: firman rissaldi ::

Wednesday, February 9, 2011

mencari suaka

gerbong malam
perlahan menembus tabir kelam
samar meraba sabda
ku ketuk dinding dinding sunyi
pada sepasang rel suka duka
gema suara hati merambat
mencari suaka jiwa ini

:: firman rissaldi ::

Monday, January 17, 2011

kesempurnaan dan kehilangan

pada banyak episode,
memiliki kesempurnaan terlihat palsu
memiliki kehilangan mendera rindu

:: firman rissaldi ::

Sunday, December 12, 2010

jalan pulang

kepergian
lembut menghempaskan dedaunan
menyisakan dahan menuju gemericik sungai
yang menyatu dalam samudera

kepergian
menutup wajah matahari
bola mata menggumpal awan
berderai tanpa isak menyatu bersama hujan

di tepian senja Papandayan
masihkah ada jalan pulang untuk ku

::  firman rissaldi  ::

Thursday, December 2, 2010

kubentangkan puisi

dengar
     angin berkisah
               di dahan bambu
                      menyentuh rasa

kupuisikan ingin
     kugoreskan angan
                yang membiru
                      membentang tak bertepi

::  firman rissaldi  ::

Friday, November 26, 2010

Aku Setia Pada Mimpiku

bus kota miring melaju
dibebani jutaan ton mimpi
peluh debu dan asa menggumpal
terpelanting di pinggiran nasib
terpojok sepetak kamar kumuh
aku menolak dihabisi
kulantangkan pada matahari
kurapalkan tengah malam
aku setia pada mimpiku !!!

:: firman rissaldi ::

Thursday, November 18, 2010

mendengar sunyi

kubaca,
bisumu padaku
walau terpahat di hati
hanya mengeja terbata
kudengar sunyi menggema

:: firman rissaldi ::

Tuesday, November 16, 2010

jika saja esok masih ada

tak dapat
kubingkai malam
yang kau pesan
semusim yang lalu
jika saja esok hari masih ada

:: firman rissaldi ::

Thursday, November 11, 2010

Yang Tak Tersentuh

separuh baya
melintasi padang rumput
menembus musim musim
kubaringkan peluh pencarian
merasakan yang tersisa
di langit
tak tersentuh
terjaga hingga kini

:: firman rissaldi ::

Negeri Cinta Damai

terselip kagum di hatiku
ketika bedebah berkata
"rakyat indonesia cinta damai"

kulihat di trotoar jalan
seorang pengendara berdamai dengan seorang polantas
sungguh ... "rakyat indonesia cinta damai"

terharu di qalbu
ketika bedebah berkata
"aparat indonesia cinta damai"

kudengar di lobby hotel
politikus terdakwa berdamai dengan seorang hakim
sungguh ... "aparat indonesia cinta damai"

harga damai
membuat aparat jadi keparat

================================
Hari Pahlawan ...
mengenang pahlawanku,
Gayus yang cinta damai

Saturday, November 6, 2010

pahit debu

pahit debu
yang kuseduh
dengan hujan semalam
sungguh manis di nadi

:: firman rissaldi ::

Friday, October 29, 2010

Memisahkan Merah Senja

sang Bishma
menyongsong tengah malam
memisahkan merah senja
dari hembusan angin
tersimpan di keheningan
untuk dibawa mati

:: firman rissaldi ::

DI UJUNG HARI

di ujung hari
kududuk bersimpuh
menitipkan keheningan kata

Ketika Malam Berlalu

benar bisikmu
aku merugi ketika malam berlalu
tak mampu kupetik wanginya

Wednesday, October 13, 2010

wajah pucat pasi

kuperas warna pelangi
hingga pucat pasi
yang dirindu

Sunday, September 26, 2010

Kelopak Warna

hingga cahaya
menyematkan kelopak warna
sesungguhnya matahari beserta sang bunga


Bekasi, 26092010

Tuesday, September 21, 2010

seketika

seketika ...
keheningan mempertemukan kita
tepat pada waktunya

Bekasi, 22092010

Saturday, September 18, 2010

Warna Warna Takdir

gelap menjadi takdir malamku
sungguh ... tak kan kuhapus putih awanmu

jika coklat bening di matamu,
jika hitam menebal di alismu
jika merah merona di bibirmu,
itulah warna takdirmu

wahai jiwaku,
mari warnai kanvas panjang ini
hingga nanti, hingga habis warna
dan kita tiada

Bandung, 04092010

yang kurindu

di manakah sepi ?
yang mencekam
yang kurindu

Garut, 15 Sept 2010

Thursday, September 2, 2010

Sayap Sayap Malam

malam datang
menyudahi perbincangan
yang menggantung di ufuk senja
katamu, menghilanglah
biarkan sayap malam membawamu
terbang dalam kisah sunyi

Bekasi, 02092010